Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net

Sabtu, 31 Maret 2012


Bore Vs Stroke Pada Mesin Motor


Mungkin kebanyakan dari kita dalam melihat tenaga motor hanya pada kapasitas silinder saja. Tetapi tahukah anda kalau Bore x Stroke pada motor juga mempengaruhi karakteristik pada motor? Kata “Bore” sendiri memiliki arti yang artinya adalah diameter piston atau orang bengkel biasa menyebutnya seher. Sedangkan kata “Stroke” berarti langkah piston. Penghitungannya adalah Bore di bagi Stroke, tetapi anehnya diluar negeri kebanyakan penghitungannya Stroke di bagi Bore. Hasil dari pembagian Bore di bagi Stroke bila di bawah angka 1 memiliki nama Over Stroke/Under Square. Bila di atas angka 1 bernama Over Bore/Over Square. Bila tepat pada angkat 1 bernama Square.
Over Stroke/Under Square
Jenis motor ini berarti memiliki langkah piston yang lebih panjang ketimbang lebar piston. Karakteristik mesin seperti ini memiliki tenaga dan torsi pada RPM rendah hingga menengah. Motor jenis ini sangat cocok untuk motor harian. Ibarat mobil ini merupakan jenis SOHC. Tetapi kelemahan dari jenis motor ini adalah minimnya tenaga dan torsi pada RPM tinggi, sehingga tidak menghasilkan tenaga yang signifikan tetapi menghasilkan getaran dan suara mesin yang tinggi.
Over Bore/Over Square
Jenis motor ini memiliki lebar piston yang lebih besar ketimbang langkah piston. Karakteristik mesin ini memiliki tenaga dan torsi pada RPM menengah hingga tinggi, biasanya di aplikasikan pada motor-motor sport. Jenis mesin seperti ini tidak cocok untuk daerah perkotaan yang macet.
Square
Jenis motor ini memiliki tenaga dan torsi yang lebih merata mulai dari RPM rendah, menengah, hingga tinggi. Jenis motor ini banyak digunakan pada motor sehari-hari dan hampir seluruh motor bermesin ini dapat melahap segala medan baik dari perkotaan maupun luar kota…..

Komparasi Teknis Honda Spacy VS Vario VS Scoopy VS Beat

Welcome back brother. Apa kabar hari ini? Semoga baik, sehat & bahagia. Dalam posting kali ini, saya (dismas not dimas) cuma iseng aja banding – bandingin spek antara Honda Spacy CW versus Vario CW, Scoopy dan Beat CW. Memang benar, keempat skuter matic brojolan AHM tersebut sama – sama mengusung mesin dengan kapasitas silinder sebesar 108 cc.
Tapi, tentu ada perbedaan lain yang dapat mengakibatkan perbedaan performa dari masing – masing skutik tersebut (selain beda harga dan bentuk bodi tentunya). Perbedaan – perbedaan yang mengakibatkan perbedaan performa mesin, kelincahan, dll, di antaranya adalah berat kosong kendaraan, jarak sumbu roda, dimensi, jarak terendah ke tanah, rasio kompresi, daya maksimum dan torsi maksimum. Monggo mawon mas, mbak, dipunwaos wonten ing paragraf kalih…
1. Dimensi kendaraan
Spacy CW (1.841 x 660 x 1.094 mm)
Vario CW (1.897 x 680 x 1.083 mm)
Scoopy (1.844 x 699 x 1070 mm)
Beat CW (1.859 x 676 x 1053 mm)
2. Berat kosong
Spacy CW 97 kg
Vario CW  99,3 kg
Scoopy      94 kg
Beat CW     89,3 kg
3. Jarak sumbu roda
Spacy CW 1.256 mm
Vario CW  1.273 mm
Scoopy      1240 mm
Beat CW     1240 mm
4. Jarak terendah ke tanah
Spacy CW 128 mm
Vario CW  132.5 mm
Scoopy      150 mm
Beat CW     156 mm
5. Daya maksimum
Spacy CW 8.54 PS/8.000 rpm
Vario CW  8,99 PS/8.000 rpm
Scoopy      8,28 PS/8.000 rpm
Beat CW     8,22 PS/8.000 rpm
6. Torsi maksimum
Spacy CW 0.82 kgf.m/6.000 rpm
Vario CW 0,86 kgf.m/6.500 rpm
Scoopy     0,85 kgf.m/5.500 rpm
Beat CW    0,85 kgf.m/5.500 rpm
Nah, 6 poin itu bro yang membedakan antara Honda Spacy, Vario, Scoopy dan Beat. Masih ada poin – poin lain seperti ukuran ban dan jumlah piston rem. Dari keempat matic tersebut, Vario satu – satunya matic yang kompresi rasionya paling tinggi, yaitu 10,7 : 1. Sedangkan lainnya 9,2 : 1.

Modifikasi Vario Kinclong Dari Bandung Vario Day


Buat kamu pecinta Vario, kali ini saya akan minta ijin kepada Bung Astrajingga, (nggak tahu nama persisnya siapa,.. hehe), untuk menampilkan hasil jeprtannya di Vario Day – Bandung. Swear,..  ini jepretan profsionalis, bukan tukang poto kacangan. Oleh karena itu, hasilnya pun dijamin kinclong, clong .. !
Berikut ini beberapa foto Vario Kinclong punya Bung Astrajingga :
Foto selengkapnya silakan kunjungi blog Mas Astra Jingga di : http://astrajingga.multiply.com/
Modifikasi Honda Vario

variasi honda vario
honda vario

variasi atau modifikasi motor

TRANSFORMASI BODY NAN ELEGANT

Modifikasi yang dilakukan Danang Hari Prasetyo, warga Lubang Buaya (Jakarta Timur) ini pada Honda Supra X 125 keluaran 2006 ini terbilang elegant dan mempunyai sesuatu yang 'beda" dengan transformasi body yang dikanibal dengan motor lain. Transformasi body dilakukan pada bagian belakang dengan mengkombinasikannya stoplamp dan slebor belakang Honda CS-1. Selain itu pada bagian batok depan disipitkan agar makin kental nuansa Japanese-nya. Kaki-kaki juga dipermak dengan mengandalkan velg "Ride It" ukuran 185 dan 215 yang makin kentara nuansa "Hella Flush" dengan mengandalkan ban ukuran 60/80 dan 60/90. Pada bagian sayap juga mengalami perubahan dengan mengandalkan sein Honda New Supra X 125. Secara keseluruhan kesan motor modif khas anak muda nan dinamis sudah kental di modifikasi Honda Supra X 125 ini. Nice job guys...!!!

Data Modifikasi
Tromol depan
Trusty
Tromol belakang
Yamaha Touch
Velg depan belakang
Ride It 185-17 dan 215-17
Jari-Jari
TDR
Ban depan belakang
Swallow 60/80-17 dan Michelin 60/90-17
Piringan cakram depan
Rotora
Sein depan
Honda New Supra X 125
Lampu dan slebor belakang
Honda CS-1
Knalpot
Suzuki Satria FU
Cat
Sikkens
Chrome
“Kinclong Chrome”, Pondok Gede (Jakarta)

TASTE-NYA THAI LOOK

Mau mempermanis tam­-pilan  Honda Supra X 125 atau Karisma dengan cara pasang aksesori boleh-boleh aja. Tapi mesti ada taste-nya juga. Yakni gaya Thai-Look (TL). Maklum, tren ini paling konsisten di motor bebek. Selain itu, part-part yang diaplikasi juga masih nyaman untuk dipakai harian.



Gbr. 1
Bagian Bodi
Buat yang bosan sama permainan cutting sticker atau gak punya budget lebih buat airbrush, bisa andalkan striping bodi bawaan pabrik. Tapi striping standar Supra X 125 versi Thailand alias Honda Wave 125 (gbr.1).

Asyiknya, tak perlu takut potongan stikernya berbeda. “Pokoknya tinggal pasang! Masalah bentuk striping dijamin sama dengan lekuk bodi,” jelas Kholiq dari gerai Raja Motor yang mematok harga Rp 75 ribu buat satu set striping bodi itu.



Gbr. 2
Suspensi
Emang sih fungsi utamanya sebagai peredam kejut agar bokong gak panas. Tapi percaya, deh! Diameter ulir per yang lebih besar dan permainan warna per dari sokbreker aftermarket (gbr.2), bisa bikin tampilan kaki-kaki kian modis.

Di pasaran ada label YSS Giga Series atau model agak bervariasi dari label NTC. NTC dibanderol Rp 290 ribuan dan Rp 650 ribu untuk label YSS. “Lebih mahal sedikit, tapi kualitas dan mutu kita jamin,” sahut Juffry Willar dari Mitra2000, distributor resmi sokbreker label YSS.
Gbr. 3
Gbr. 4
Peranti Roda
Agar nuansa TL makin kentara, pelek aluminium jari-jari wajib diaplikasi (gbr.3). Bibir pelek yang punya profil lebih lebar adalah kunci agar tongkrongan pelek almu selalu bisa tampil lebih mewah dibanding pelek bawaan pabrik.

Eits, tapi lagi-lagi gak bisa asal aplikasi. Umumnya, gaya TL menuntut pemasangan pelek dan ban berprofil kecil. Misal lebar ban ukuran 2,00. Wedeww, bahaya! Ukuran ban segitu gak direkomendasi karena kelewat kecil untuk spek harian!

Nah idealnya pakai pelek ukuran 1,40. Ingat! Yang penting profil bibir pelek. Makin tinggi dan lebar, kian ciamik! Harganya, di pasaran ada label Zipp yang dijajakan Rp 430 ribu sepasang dengan ukuran 1,40 inci.

Pilihan lain, model U-Shape dari TDR masih jadi primadona baik di Tanah Air maupun Asia Tenggara sekalipun! Harganya Rp 390-445 ribu untuk ukuran 1,40 dan Rp 445-500 ribu buat ukuran 1,60. Oh iya untuk ban, bisa pakai ukuran 70/80 atau 80/80-17.

Oh ya, pemasangan aksesori PnP juga wajib dilakukan agar detail makin oke! Misal adopsi spion aftermarket dengan model yang gak baplang, grip gas berwarna cerah atau senada bodi, piringan rem cakram depan (gbr.4) berukuran lebar dan sedikit sentuhan di bagian jok.

Nah khusus yang terakhir itu, hampir 90 persen penganut aliran TL memapas habis bagian busa jok sampai terlihat seperti papan seluncur. Nah untuk aplikasi harian, cukup papas rata busa jok 3-4 cm ditambah kulit jok bermotif. Nah untuk detail harga part-part yang barusan disebut, simak tabel!

Tabel Part & Harga
Striping Wave Aftermarket Thailand Rp 75.000
Piringan cakram TDR Blade Shape 298 mm Rp 410.000
TDR Round 298 mm Rp 240.000, Kitaco Rp 550.000
Spion Top Secret Rp 150.000, Stage 6 Rp 100.000
Grip gas Aftermarket Rp 95-250.000
Sok belakang YSS Giga Series Rp 650.000, NTC Rp 290.000, Yoseki Rp 250.000
Pelek Zipp ukuran 1,40 x 17 (set) Rp 430.000
TDR U-Shape 1,40 x 17 Rp 390-445.000
TDR U-Shape 1,60 x 17 Rp 445-500.000
Ban Comet NR 77 (70/80-17) Rp 150.500
Comet NR 77 (80/80-17) Rp 210.500, Tube (ban dalam) RP 25-30.000
Teromol Depan KW Rp 90-120.000
Belakang KW Rp 75-100.000
Jari-jari Aftermarket Rp 25-50.000
Kulit Jok TDR Rp 140.000
Aftermarket Rp 70-150.000

Sumber :
-Raja Motor   telp. 021-7303736
-F16 Motor    telp. 021-73446678
-Mitra2000    telp. 021-6930777

PANDUAN PILIH KNALPOT BUAT HONDA SUPRA X 125

Butuh panduan beli knalpot buat Honda Supra X 125 atau Karisma 125? Siappp.. nih, kita kasih hasil tes 5 produk yang jadi bahan pertimbangan.

Ada AHRS F4 Hexacone 02, Ahau, Nob1 3Bold Series, Stanlee dan SKR. Pengujian performa pakai Honda Supra X 125 tahun 2005 kondisi standar, jarak tempuh 50 ribu km.

Pengukur tenaga dan torsi, digunakan dynamometer merek DYNOmite milik Ultraspeed di Jl. Dr. Ciptomangunkusumo No.42, Ciledug (H. Mencong), Tangerang. Tiap knalpot diuji 3 kali run, bahan bakar Premium.

Pakai knalpot standar, tenaga terukur 10,3 dk/7.150 rpm, torsi 11,7 Nm/5.250 rpm (ingat, ini data motor yang kami pakai tes, ya!). Hasil tes knalpot aftermarketnya, ada di bawah!

AHRS F4 Hexacone 02
Dibuat dari pelat yang dikrom. Antara leher dan silencer dibikin model slip-on yang diperkuat 2 buah per, memudahkan kala bongkar pasang dan tak gampang patah. Silencer berbentuk oval dengan lubang belah ketupat, tampak sporti.

Menurut Asep Rohendi, telemarketing AHRS, knalpot ini dijual Rp 350 ribu. Setelah dipasang, tenaga yang dihasilkan mencapai 10,82 dk/7.600 rpm, torsi 12,2 Nm/5.100 rpm. Peningkatan tenaganya sebesar 0,53 dk, torsi 0,5 Nm. Suaranya cukup nyaring.

Ahau
Leher terbuat dari besi yang dikrom, bagian silencer dari pipa aluminium. Suaranya tergolong nyaring. “Harga eceran tertingginya (HET) Rp 250 ribu,” kata Ergus Oei, dari bengkel R59, di kawasan Ciputat, Tangerang yang menjajakan knalpot ini. Setelah didyno, tenaga jadi 10,94 dk/7.300 rpm, torsi 12 Nm/5.100 rpm. Naik 0,64 dk dan 0,3 Nm.

Nob1 3Bold
Penampilannya tergolong sporti, silencer-nya oval mirip AHRS. Penyambungan silencer dan leher dari besi dikrom, dengan sistem slip-on. Kelebihannya, diberi pelindung plastik penahan panas. Suara tergolong lembut, jika ingin lebih senyap, diberi opsi db-killer.

“Dijual Rp 275 ribu,” terang Rio Napon, marketing knalpot yang pengemasannya tergolong rapi ini. Tenaga yang dihasilkan jadi 10,52 dk/8.000 rpm, torsi 12,1 Nm/5.100 rpm. Naik 0,22 dk dan 0,4 Nm.

Stanlee
Dibuat dari stainless steel. Tampilannya terkesan elegan, dengan peredam besar dan suara paling lembut. “Harganya Rp 550 ribu, dan kami garansi 3 tahun,” urai Andri, pemilik merek ini. Kenaikan tenaga cukup besar, jadi 10,92 dk/7.550 rpm, torsi 12 Nm/5.200 rpm. Atau naik 0,62 dk dan 0,3 Nm.

SKR
Diracik dari pelat galvanis, diberi pernis. Sedang silencer pakai pipa aluminium. Suara yang dihasilkan tergolong sangat nyaring.

Knalpot ini bikinan Gondrong, alias Misjaya. “Harganya hanya Rp 150 ribu,” terangnya. Power yang bisa diraih mencapai 11 dk/7.300 rpm, torsinya 11,8 Nm/5.400 rpm. Artinya naik 0,7 dk dan 0,1 Nm.

Kesimpulan

Peningkatan performa lewat pemasangan knalpot aftermarket ini dari 0,22 dk sampai 0,7 dk. Sedang torsi antara 0,1 Nm sampai 0,5 Nm. Jika mau lebih maksimal, mesti setingan lain, seperti diungkapkan Freddy A Gautama, pemilik Ultraspeed, “Minimal setting ulang karburator."

Data Performa
MerkTenagaTorsi
Standar10,3 dk / 7.150 rpm11,7 nm / 5.250 rpm
AHRS F4 Hexacone 0210,82 dk / 7.600 rpm12,2 nm / 5100 rpm
Ahau10,94 dk / 7.300 rpm12,1 nm / 5.100 rpm
Nobi 3Bold10,52 dk / 8.000 rpm12 nm / 5.200 rpm
Stanlee10,92 dk / 7.550 rpm11,8 nm / 5.400 rpm
SKR11 dk / 7.300 rpm
Ultraspeed021-93858080
AHRS021-77820649
R59021-93399259
Nobi0858-80489991
Stanlee0813-19625139
SKR0815-13943798 / 021-80220069